Wednesday, August 29, 2012

Solar Charge Controller


Solar Charge Controller adalah peralatan elektronik yang digunakan untuk mengatur arus searah yang diisi ke baterai dan diambil dari baterai ke beban.
Solar charge controller mengatur overcharging (kelebihan pengisian - karena batere sudah 'penuh') dan kelebihan voltase dari panel surya / solar cell. Kelebihan voltase dan pengisian akan mengurangi umur baterai.

Solar charge controller menerapkan teknologi Pulse width modulation (PWM) untuk mengatur fungsi pengisian baterai dan pembebasan arus dari baterai ke beban.
Panel surya / solar cell 12 Volt umumnya memiliki tegangan output 16 - 21 Volt.
Jadi tanpa solar charge controller, baterai akan rusak oleh over-charging dan ketidakstabilan tegangan.

Baterai umumnya di-charge pada tegangan 14 - 14.7 Volt.
Beberapa fungsi detail dari solar charge controller adalah sebagai berikut:
  • Mengatur arus untuk pengisian ke baterai, menghindari overcharging, dan overvoltage.
  • Mengatur arus yang dibebaskan/ diambil dari baterai agar baterai tidak 'full discharge', dan overloading.
  • Monitoring temperatur baterai
Untuk membeli solar charge controller yang harus diperhatikan adalah:
  • Voltage 12 Volt DC / 24 Volt DC
  • Kemampuan (dalam arus searah) dari controller. Misalnya 5 Ampere, 10 Ampere, dsb.
  • Full charge dan low voltage cut

Seperti yang telah disebutkan di atas solar charge controller yang baik biasanya mempunyai kemampuan mendeteksi kapasitas baterai.  Bila baterai sudah penuh terisi maka secara otomatis pengisian arus dari panel surya / solar cell berhenti. Cara deteksi adalah melalui monitor level tegangan batere. Solar charge controller akan mengisi baterai sampai level tegangan tertentu, kemudian apabila level tegangan drop, maka baterai akan diisi kembali.
Solar Charge Controller biasanya terdiri dari : 1 input ( 2 terminal ) yang terhubung dengan output  panel surya / solar cell, 1 output ( 2 terminal ) yang terhubung dengan baterai / aki dan 1 output ( 2 terminal ) yang terhubung dengan beban ( load ).  Arus listrik DC yang berasal dari baterai tidak mungkin masuk ke panel sel surya karena biasanya ada 'diode protection' yang hanya melewatkan arus listrik DC dari panel surya / solar  cell ke baterai, bukan sebaliknya.
Charge Controller bahkan ada yang mempunyai lebih dari 1 sumber daya, yaitu bukan hanya berasal dari matahari, tapi juga bisa berasal dari tenaga angin ataupun mikro hidro.  Di pasaran sudah banyak ditemui charge controller 'tandem' yaitu mempunyai 2 input yang berasal dari matahari dan angin.  Untuk ini energi yang dihasilkan menjadi berlipat ganda karena angin bisa bertiup kapan saja, sehingga keterbatasan waktu yang tidak bisa disuplai energi matahari secara full, dapat disupport oleh tenaga angin. Bila kecepatan rata-rata angin terpenuhi maka daya listrik per bulannya bisa jauh lebih besar dari energi matahari.

Teknologi Solar Charge Controller

Ada dua jenis teknologi yang umum digunakan oleh solar charge controller:
  • PWM (Pulse Wide Modulation), seperti namanya menggunakan 'lebar' pulse dari on dan off elektrikal, sehingga menciptakan seakan-akan sine wave electrical form.

  • MPPT (Maximun Power Point Tracker), yang lebih efisien konversi DC to DC (Direct Current). MPPT dapat mengambil maximun daya dari PV. MPPT charge controller dapat menyimpan kelebihan daya yang tidak digunakan oleh beban ke dalam baterai, dan apabila daya yang dibutuhkan beban lebih besar dari daya yang dihasilkan oleh PV, maka daya dapat diambil dari baterai.

Kelebihan MPPT dalam ilustrasi ini: Panel surya / solar cell ukuran 120 Watt, memiliki karakteristik Maximun Power Voltage 17.1 Volt, dan Maximun Power Current 7.02 Ampere. Dengan solar charge controller selain MPPT dan tegangan batere 12.4 Volt, berarti daya yang dihasilkan adalah 12.4 Volt x 7.02 Ampere = 87.05 Watt. Dengan MPPT, maka Ampere yang bisa diberikan adalah sekitar 120W : 12.4 V = 9.68 Ampere.

Teknologi yang sudah jarang digunakan, tetapi sangat murah, adalah Tipe 1 atau 2 Stage Control, dengan relay ataupun transistor. Fungsi relay adalah meng-short ataupun men-disconnect baterai dari panel surya / solar cell.

Solar Street Light System / PJU Surya

Prinsip dasar Lampu Jalan Tenaga Surya hampir sama dengan lampu jalan konvensional. Bedanya hanya sumber listriknya yang diperoleh dari energi matahari yang telah disimpan di Battery.



Diagram diatas merupakan konfigurasi dasar dari Sistem Lampu Jalan Tenaga Surya. Modul Surya berfungsi untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik DC (arus searah). Energi listrik DC ini kemudian disimpan di Battery. Tetapi penyimpanan energi ini harus diatur, tidak boleh diisi berlebihan (Over-Charged) juga tidak boleh dipakai dibebani secara berlebihan (Over-Load). Karena itu harus dipasang alat yang disebut BCR (Battery Control Regulator) yang bertugas sebagai pengatur lalu-lintas arus pada Battery dan sebagai pengamankan sistem dari kerusakan akibat hubungan pendek, Over Charged dan Over Load.

Listrik yang disimpan dalam Battery adalah arus searah (DC). Inverter mengubah menjadi arus bolak-balik (AC). Sementara untuk mengontrol hidup dan matinya lampu dapat dipakai Timer, Sensor Tegangan ataupun Sensor Cahaya Matahari (Photo Switch)


Keunggulan

1. MANDIRI
Lampu Jalan Tenaga Surya terpasang secara mandiri (Stand Alone), tidak memerlukan adanya jaringan listrik sama sekali. Sehingga lampu ini sangat tepat dipasang pada daerah-daerah terpencil atau kepulauan terpencil yang tidak terjangkau jaringan listrik, sehingga mampu menghemat biaya investasi jaringan listrik.



2. SIMPLE
Lampu Jalan Tenaga Surya memiliki desain yang simple & compact, yaitu keseluruhan sistem (kelistrikan, kontrol, dan penerangan) berada dalam tiang. Cukup dengan menghadapkan modul surya tepat kearah matahari, maka akan tersedia listrik untuk menghidupkan lampu sepanjang malam.




3. MINIM PERAWATAN
Lampu Jalan Tenaga Surya memiliki komponen-komponen yang bebas perawatan dan tahan lama. Komponen seperti Modul Surya, BCR, Inverter dan Lampu pada dasarnya tidak memerlukan perawatan. Sedangkan komponen Battery yang dipakai adalah Free Maintenance sehingga bebea perawatan selama jangka waktu tertentu.

4. TAHAN LAMA
Usia pakai Modul Surya bisa mencapai 20 tahun lebih, sementara komponen elektroniknya dapat mencapai usia pakai 5 tahun. Baterai pada kondisi normal bisa mencapai usia pakai maksimal 3 tahun.





5. JAMINAN KUALITAS
Produk Lampu Jalan ini memiliki jaminan kualitas karena dirancangan untuk memenuhi kebutuhan penerangan jalan sesuai dengan standar PUIL. Tiangnya dirancang secara kuat dan diproteksi galvanis anti karat. Semua komponen yang digunakan telah memiliki sertifikasi Nasional maupun Internasional.